1shop’s Blog

Desember 24, 2008

Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil

Filed under: Kehamilan, Kesehatan — 1shop @ 10:56 pm
dizzy

dizzy

Jika Anda tengah mengandung, serangan sakit kepala sebaiknya jangan diatasi dengan menelan obat-obatan kimia tanpa resep dokter.

Meskipun cara itu lebih mudah dan ampuh, dikhawatirkan dapat berakibat buruk bagi kesehatan janin. Jika Anda berniat mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli.

The American Pregnancy Association menawarkan beberapa cara yang dapat dilakukan wanita hamil untuk mengatasi keluhan sakit kepala yang mengganggu, antara lain:

  • Atasi keluhan sakit kepala karena sinus dengan menggunakan kain hangat atau kompres disekitar hidung dan mata.
  • Ringankan sakit kepala akibat ketegangan dengan lilitan handuk dingin disekitar leher.
  • Berbaringlah di ruangan yang gelap, hening dan lakukan teknik pernafasan yang intens.
  • Coba mintalah suami untuk memijat bagian leher dan pundak dengan lembut.
  • Lakukan rileksasi dengan berendam atau mandi dengan shower menggunakan air hangat

(healthday/ri)

Sumber : http://republika.co.id/berita/22371.html

Gambar diambil dari sini

Iklan

Desember 1, 2008

Kiat Mengatasi Anak Susah Makan

Filed under: anak, Article, Bayi, Kesehatan — Tag:, , , , , , — 1shop @ 7:44 pm

Kaum ibu sering menghadapi masalah anak susah makan. Masalah ini timbul karena anak berada dalam usia peralihan. Anak pada usia batita mengalami adaptasi dari makan cair dan lembek ke makanan yang lebih keras, dan penyesuaian itu cukup sulit bagi anak. Jadi, bila anak susah makan, kitalah yang mengupayakan untuk mengatasinya. Jangan buru-buru jengkel lalu marah-marah pada si kecil.

Masalah makan si kecil memang membuat kita jadi serba salah. Bahkan, tak jarang jadi sering kehabisan akal. “Saya langsung over reactive waktu Siska susah makan. Saya takut dia kekurangan gizi,” ujar seorang ibu tentang anaknya, Siska. Akibatnya, Siska langsung “dijejali” dengan seabrek makanan. Apa yang terjadi? Siska malah semakin mengunci rapat-rapat mulutnya!

Fisik atau psikis?

Untuk urusan makan, sebenarnya balita (terutama usia 0-12 bulan) adalah konsumer pasif. Artinya, dia lebih banyak mengonsumsi makanan yang sudah kita pilihkan. Dari sinilah sebetulnya anak mulai belajar perihal pola makan. Bagaimana pola makan yang anda tanamkan pada saat ini akan menentukan pola makan dan juga kebiasaan makan si kecil di masa depan. Menurut dr. Dida Ahmad Gurnida, Sp.A, MKes., pengajar di Subbagian Nutrisi dan Metabolisme, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran – RS Hasan Sadikin, Bandung, “Ada tiga jenis gangguan pola makan yang kerap dialami oleh balita, yaitu sulit makan, pilih-pilih makanan atau picky eater, serta susah mengontrol nafsu makan alias makan melulu.” Manakah yang paling banyak terjadi pada balita?

“Walau secara nasional belum ada data, gangguan makan yang paling banyak dialami anak-anak usia ini di Indonesia adalah sulit makan, khususnya anak usia 6 bulan ke atas,” jawab dr. Dida. Sebenarnya, penyebab sulit makan pada balita terdiri dari dua faktor, yaitu fisik dan psikis.

Kalau fisik yang jadi pemicu, misalnya karena ada gangguan di sistem saluran pencernaan, akibatnya si kecil mual setiap kali makan. “Atau, bisa juga memang ada gangguan di gigi-geliginya, dan sebagainya. Namun, jangan panik dulu. Presentase akibat faktor ini kecil sekali,” kata dr. Dida lagi. Bagaimana dengan faktor psikis? “Justru inilah yang jadi penyebab utama sulit makan pada balita. Namun, ada tapinya. Faktor ini juga jadi pemicu timbulnya gangguan makan lainnya,” sambung dr. Dida.

Menurut Dra. Dini Daengsari, MSi., staf pengajar dari jurusan Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, “Secara psikis, gangguan pola makan balita ternyata akibat kesalahan para orang tua juga. Bukankah anda yang menyediakan makanan bagi si kecil?” Dini menyatakan lagi, “Karena merasa cemas anaknya tidak mau makan, kita langsung memberinya makanan sesuai porsi kita. Atau, kalau si kecil masih juga tidak mau makan, pilihannya cuma dua. Dipaksa makan atau dimarahi,” katanya Tidak hanya itu. Biasanya, anak juga dipaksa duduk manis ketika makan. Kalau sudah begini, makan anak diasosiasikan anak sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Padahal, suasana makan yang menyenangkan amat membantu dalam pemberian makan pada anak.

Bagaimana dengan si picky eater ? Bisa jadi ini karena variasi makanannya tidak cukup banyak. Atau, karena suka rasa tertentu saja, si kecil hanya mau makan yang itu-itu saja. “Celakanya, kemauan si anak ini selalu kita turuti. Alasannya? Daripada tidak makan,” lanjut Dini. Psikolog UI ini juga mengatakan bahwa anak yang tidak bisa mengontrol nafsu makannya adalah masalah juga. “Bisa jadi, ini karena kebiasaan anak dari kecil. Kita kan senang tuh melihat anak yang makan banyak, sehingga dia dibiasakan untuk makan melulu. Akhirnya, anak berpikir kalau makan banyak itu adalah sesuatu yang diharapkan olehorang tuanya. Masalahnya, kebiasaan ini bisa terbawa sampai ia remaja kelak,” katanya lagi. Dalam hal ini dr. Dida menambahkan, “Karena Anda selalu menuruti nafsu makannya, lama-kelamaan anak tidak punya rangsang lapar dan tidak mengenal rasa kenyang. Dia akan makan terus, terus dan terus. Ini yang bahaya!”

Perilaku orang tua yang kurang tepat lainnya adalah, “Pemberian makan dijadikan semacam reward . Kalau si kecil melakukan sesuatu yang baik, ia akan diberi ‘penghargaan’, berupa makanan kesukaannya. Akhirnya, makanan jadi sesuatu yang diharapkan,” sambung Dini. Jadi, gangguan pola makan si kecil memang ujung-ujungnya bermuara pada orang tua juga. Kita harus sadar bahwa anak selalu punya strategi untuk “mengalahkan” orang tuanya. Salah satunya, ya dengan memanipulasi “kelemahan” orang tua dalam urusan makannya dengan jalan mogok makan kalau tidak diberi hadiah, misalnya. “Makanya, sejak awal anda atau pasangan harus menanamkan pola makan yang sehat dan sesuai takaran makan anak. Dengan begitu, anak akan mempunyai pola makan yang benar,” tegas dr. Dida.

Begitu melihat adanya gangguan pola makan si kecil, sebaiknya anda segera membawanya ke dokter. Karena, bila gangguan makan anak dibiarkan berlarut-larut, kesehatannya jadi taruhannya. Misalnya, kurang gizi dan sebagainya. Sebelumnya, anda bisa mengira-ngira gangguannya termasuk jenis yang mana? Nggak susah kok untuk mengetahuinya. Lihat saja intake makanannya. Kurang atau berlebih? Anda bisa memantau kondisi gizinya berdasarkan berat badan terhadap tinggi badan. Caranya, lihat saja dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) yang ada pada buku periksa rutin anak anda. Setelah diperiksa dokter dan bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa gangguan makan si kecil sifatnya psikis, barulah anda membawanya ke psikolog anak.

Ini solusinya!

Bila gangguan pola makan balita ternyata faktor psikis, hal ini masih harus dilihat case by case . Misalnya saja, jika susah makannya akibat ‘dipaksa’ makan, sebaiknya anda cari kiat untuk menghilangkan traumanya, seperti mengganti makanannya untuk sementara waktu. “Sebenarnya, menciptakan suasana makan yang menyenangkan tidak susah. Yang penting, jangan memaksa anak untuk makan ini itu. Bahkan, kalau perlu, si kecil diajar untuk memilih. Tentu saja ada syaratnya. Perkenalkan anak dengan berbagai variasi makanan, lalu biarkan ia memutuskan sendiri makanan yang diinginkannya,” saran Dini.

Nah, agar si kecil berpola makan benar, anda perlu tahu kebutuhan dan ukuran makannya yang paling pas. Pada intinya, pola makan balita harus bergizi seimbang. Ini berarti, zat-zat gizinya harus komplit dan diberikan dalam porsi yang sesuai. Selain itu, jadwal pemberian makanannya harus dilihat lagi. Sebagai catatan, pemberian makan pada anak sangat individual sekali sifatnya. Ada anak yang makan sedikit tapi sering, namun ada juga yang makannya sesuai jadwal makan keluarga, yaitu 3-4 kali sehari. “Jadi, penting untuk mendiskusikan hal-hal ini dengan dokter anak Anda,” ujar dr. Dida.

Pola Makan yang Baik

Pola makan anak dikatakan baik bila memenuhi tiga aspek berikut:

* Aspek fisiologis. Memenuhi kebutuhan gizi untuk proses metabolisme, membantu proses pertumbuhan, perkembangan fisik dan psikomotor anak.

* Aspek edukatif. Anak jadi pandai mengonsumsi makanan, dan membentuk kebiasaan memilih makanan yang baik.

* Aspek psikologis. Memenuhi kepuasan atas rasa lapar dan haus pada anak.

Penyebab anak susah makan & tips singkat mengatasinya :

1.Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.

Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt

orang dewasa, kalau kita makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan malas makan. Begitu juga dg pengenalan makanan kasar.

Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi tergantung pinter-pinter- nya ibu memberikan makanan bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu. Hal ini tidak hanya berlaku bagi si kecil. Orang dewasa sekalipun akan tertarik menyantap makanan yang dihidangkan apik. Sayuran misalnya, kebanyakan anak tiadk suka makan sayuran. Padahal kandungan gizinya luar biasa. Padahal, menyiasatinya tak sulit. Sayuran bisa dijadikan bentuk-bentuk yang menarik. Warnanya pun mendukung untuk menarik perhatian anak. Dalam hal ini, dituntut kreativitas sang ibu. Selain bentuk dan penyajian makanan, keragaman menu makanan dapat menghindarkan kebosanan anak.

2.Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan , sehingga anak tidak merasa lapar.

Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.

Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb.

3. Minum susu terlalu banyak

Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan makanan utama spt nasi, sayur & lauk pauknya Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah.

Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua.

4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya.

Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya yg mempengaruhi perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam

lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri. Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Akibatnya anak kekenyangan & malas makan.

Tips :

Perhatikan & ubah kebiasaan & perilaku orang tua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar & menerapkan semua hal yg ia dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan. Feeding is about learning.

5. Munculnya sikap negativistik ( fase normal yg dilewati tiap anak)

Pada usia >2 th, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari.

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang

sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak.

Kan rumah adalah madrasah pertama & utama bagi anak.

6. Anak sedang sakit / sedih

Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb.

7. Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik, terus belajar menjadi ortu & memahami kondisi anak, dan bersabar.

8. Bagi ibu yang bekerja, luangkan waktu sebentar saja tetapi berkualitas untuk menyuapi anaknya. Sebab, sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibunya bekerja.

9. Berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya, dan buatlah agar suasana hatinya senang, misalnya anak makan sambil jalan-jalan, melihat kereta api, dan lain-lain. Problem utama anak susah makan itu 6 bulan sampai 2 tahun. Asal usia itu terlewati dengan bagus, Insya Allah ke depannya tidak ada masalah.

10. Pada saat orang tua baik ibu maupun ayahnya pulang kerja, pertama kali yang harus dipegang atau disapa adalah anaknya. Jangan yang lain.

11. Jangan memaksa anak makan sampai mencekoki, mencubit atau bahkan memelototi. Bagaimana bila anak tidak mau sayur, tahu-tempe, dan makanan bergizi lainnya? sebaiknya anak ‘dilaparkan’ dulu. Tetapi, kita siapkan makanan yang sudah kita programkan, nanti berangsur-angsur dia akan mau, tetapi memang perlu telaten, disiplin.

12. Sebaiknya sedini mungkin kita menerapkan penghargaan dan hukuman yang edukatif. Misalnya, pada waktu anak mau makan dipuji, diajak jalan-jalan, ciuman, pelukan. Bila tidak mau makan, katakan, misalnya, ibu atau ayah tidak mau lihat televisi bersama-sama, tidak mau jalan-jalan lagi.

13. Setelah anak berusia enam bulan, lebih bagus membuat bubur sendiri, karena ada macam-macam pilihan sayuran dan lauk-pauk yang bisa mengurangi kejenuhan rasa. Misalnya, hati dengan bayam, kemudian wortel dengan tempe, kangkung dengan tahu, dan sebagainya. Namun, bila dengan makanan tersebut anak mengalami diare atau muntah maka menu harus dievaluasi.

14. Pada saat bayi mengalami perubahan makanan seperti enam bulan, sembilan bulan satu tahun, dia akan merasa-rasakan karena rasanya aneh sehingga kadang dimain-mainkan seperti dimuntahkan, ini harus dimasukkan lagi. Prinsipnya bila makanan tersebut dimuntahkan, harus sedikit-sedikit dan makanannya harus lebih cair lagi.

15. Pada kasus anak yang mengalami gangguan psikis yang manifestasinya pada lambung dengan muntah bisa teratasi kira-kira setelah tiga tahun. Tetapi, kasus seperti itu jarang dan tidak menjadi masalah asal kebutuhan gizi, kalori, lemak, proteinnya tercukupi.

16. Jangan panik. Tidak mungkin anak sengaja membuat dirinya kelaparan. Ingat, pertambahan berat anak kecil maksimal adalah 2 kg (sekitar 4 1/2 lb) setahun. Karena itu janganlah terkejut apabila dia tidak mau makan 3 kali sehari secara normal.

17. Pastikan anak anda tidak mengkonsumsi jus terlampau banyak. Terlalu banyak jus membuat perut penuh dan menurunkan selera makan sehingga tidak cukup tempat untuk makanan bergizi. Bila anak merasa haus, berikan dia air minum.

18. Coba hidangkan sayur mentah (hindari sayur yang sulit dikunyah, wortel misalnya); banyak anak lebih menyukainya ketimbang sayur yang dimasak.

19. Jangan memberikan pilihan lain ketika anak menolak apa yang dihidangkan di depannya. Kalau anak lapar, dia akan menyantapnya pada jam makan berikutnya.

20. Satu jam makan cukup 30 menit saja. Walau makannya tidak banyak, hentikanlah tanpa sikap emosional.

21. Jangan jadikan makanan pencuci mulut sebagai umpan atau hadiah karena mau makan. Apabila pencuci mulut memang bagian dari menu, jangan paksa dia mengosongkan piringnya dulu. Berdasarkan penelitian, membujuk atau mengumpan agar anak mau makan seringkali akibatnya malah berlawanan dengan tujuan dan anak justru makan lebih sedikit ketimbang dibiarkan sendirian.

22. Jangan mengganti makanan dengan suplemen multivitamin dan mineral; berikanlah sesuai dosis yang dianjurkan ahli kesehatan anda.

23. Sebaiknya kita juga memberi contoh dengan mengkonsumsi makanan yang sama dengan lahap. Bila anak melihat orang tua memakannya, maka anak akan cenderung meniru dan juga ikut memakannya. Tanpa dipaksapun, anak akan ingin mencoba makanan tersebut. Tak akan ada gunanya memaksa anak makan sayur, sedangkan orang tuanya tidak makan sayuran.

24. Bila mengajak anak ke restoran, pilihlah restoran yang memberikan pilihan menu makanan yang cukup sehat. Jangan terlalu sering membawa anak ke restoran fastfood. Makan di restoran juga bisa digunakan untuk mengajar anak berperilaku baik saat makan.

25. Kebiasaan jajan. Jajan seringkali menggangu makanan utama anak. Bila orang tua membiarkan anak untuk makan jajanan, maka di kemudian hari anak akan selalu mencari jajanan. Bila anak merengek meminta makanan yang dilihat melalui iklan tv, diberikan teman atau dioleh-olehi kerabat, tanamkan disiplin bahwa makanan tersebut boleh dimakan sehabis menikmati makanan utama. Jadi, akan utama yang berisikan nutrisi yang dibutuhkan anak tetap dikonsumsi.

26. Jangan hukum anak bila makannya tidak oke.

27. Jangan menyogok anak untuk makan.

28. Jangan singgung-singgung kelakuan “nakal” anak pada saat makan.

29. Jangan harap anak langsung menerima makanan baru.

30. Larang anak melakukan hal-hal yang tidak anda sukai, seperti membuang atau melempar makanan.

Yang jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah, seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan.

Ingat, tanggung-jawab anda adalah memberikan ragam makanan yang bergizi seimbang. Tanggung-jawab anak adalah memutuskan berapa banyak yang dikonsumsi. Semakin dipaksa, akan semakin sulit untuk makan. Sebaliknya, orang tua menciptakan suasana yang menyenangkan, jadi si kecil akan merasa bahwa makan juga menyenangkan. Siapa yang memberi makan pun punya pengaruh. Bila yang memberi makan anak adalah orang yang ditakuti, yang sering memarahi dan memaksanya, maka anak akan merasa bahwa makan adalah hal yang menakutkan.

Pemikiran anak berbeda dari orang dewasa. Bila anak merasa makanan tidak enak, pastinya dia tidak akan mau memakannya, sekalipun penuh gizi dan nutrisi. Sebisa mungkin, berikanlah anak makanan yang rasanya enak. Jadi, kenalilah kebutuhan anak anda, dan tanamkan pola makan yang benar kepadanya. Tentu saja, hal ini harus dimulai dari diri anda dahulu.

ref :
republika.co.id
milis SEHAT
ayahbunda
anakku@yahoogrups.com

November 24, 2008

Benarkah Susu UHT lebih Baik dari Susu Formula ?

Filed under: Article, ASI, Bayi, Kesehatan — 1shop @ 11:30 pm

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.

Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milkprowder) (SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baikpembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untukmembunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya
mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung.

Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk
tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusukmenghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam.

Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental.

Fermentasi susu oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
menjadi pecah dan agak kental.

PT. Tetra Pak Indonesia
Ronny Hendrawan

Sumber : Prof Dr Ir Made Astawan MS, WASPADA Online

Ref : milis asiforbaby

November 20, 2008

Keguguran itu…

Filed under: Article, Kehamilan, Persalinan — 1shop @ 12:10 am

Kejadian setahun yang lalu, ketika kehamilan saya menginjak usia 3 bulan. Bayangan cerianya tawa si kecil menjadi pudar begitu saja saat pendarahan yang saya alami tak kunjung berhenti.

Saat itu saya sedang tugas keluar kota, kebetulan suamipun sedang tugas lebih jauh lagi ke luar jawa, tiba2 flek darah segar menetes begitu saja, saya pikir ah mungkin kecapekan saja, tapi ternyata 8 jam kemudian, flek2 itu tak kunjung berhenti, malah menjadi lebih banyak.. perut saya pun mulai terasa kaku, sakit menjalar sampai ke punggung. Sesampainya di tempat praktek dokter kandungan saya, pandangan saya langsung buyar, begitu dokter bilang “wah, sudah turun ini, sebentar lagi keluar”.. dokter memberikan resep obat untuk memperlancar proses pengguguran itu, tapi saya ga mau, saya pilih diresepin obat untuk memperkuat kandungan, meskipun saya tau itu tak akan berguna.

Begitu sampai di rumah, suami pun sudah saya telpon untuk mengikhlaskan calon buah hatinya. sedih rasanya.. sedih sekali. Saya menangis sampai akhirnya saya tertidur, dengan memandangi obat penguat kandungan yang baru saja saya tebus dari RS, kalau saja saya masih bisa menyelamatkannya.

Saya masih bertanya2 kenapa ini terjadi sama saya? apa karena riwayat endometriosis yang saya miliki, yang katanya bakal susah punya momongan. Dokter hanya bilang “kebanyakan keguguran disebabkan karena seleksi alam, mungkin saja bibitnya yang nggak bagus, jadi ada yang tidak sempurna saat pertumbuhannya”

Selanjutnya apa? dokter menyuruh saya untuk tes TORCH (Toksoplasma, Rubela, CMV, HSV), agar diketahui apakah ada yang positif dari hasil tes itu. Dan dokter pun menyarankan saya untuk mengosongkan rahim dulu paling tidak 3 bulan, agar kondisi rahim pulih dan siap untuk kehamilan selanjutnya.

Sejak kejadian itu saya rajin mencari2 informasi mengenai hal ini, agar tak terulang lagi. Sebenarnya, apa sih yang disebut keguguran itu?

Keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan sebelum janin mampu untuk hidup, biasanya pada kehamilan 20-24 minggu.

Dan ternyata saya tak sendirian, karena persentase kemungkinan terjadinya kondisi ini cukup tinggi. Sekitar 15-40% angka kejadian, diketahui pada ibu yang sudah dinyatakan positif hamil, dan 60-75% angka keguguran terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu. wow !!

APA SAJA TANDA-TANDANYA ?

Sebelum keguguran benar-benar terjadi, biasanya ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada proses kehamilan. Nah, begitu Anda mengalami tanda-tanda berikut ini, sebaiknya segera kunjungi dokter kandungan Anda.

· Perdarahan. Tanda keguguran yang paling umum dan sering terjadi ini bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan hebat (volume darahnya cukup banyak). Kadangkala, “serpihan” dari bagian jaringan yang robek, keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak, atau kantung ketuban yang robek.

· Kram atau kejang pada perut, seperti yang biasa terjadi pada mereka yang terserang kram perut pada awal datang bulan. Umumnya, kram perut ini berlangsung berulang-ulang dan dalam periode waktu yang lama.

· Nyeri pada bagian bawah perut. Rasa nyeri ini biasanya cukup mengganggu dan terjadi dalam waktu cukup lama. Ada yang merasakannya sebagai kram atau kejang pada daerah panggul, sakit di sekitar perut, rasa sakit yang tak kunjung reda pada pada bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin. Keluhan ini biasanya baru muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

KAPAN HARUS PERGI ke UGD

Anda perlu langsung pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit jika mengalami tanda-tanda bahaya di bawah ini :

1. Perdarahan yang banyak, atau nyeri perut dan kontraksi yang hebat
2. Keluar flek atau perdarahan yang sudah berlangsung lebih dari 24 jam, dan Anda tidak dapat menghubungi dokter
3. Pingsan, atau merasa sangat pusing dan lemas
4. Perdarahan yang disertai demam di atas 38,5oC

APA SAJA YANG MENJADI PENYEBAB KEGUGURAN

1. Bila berasal dari janin, biasanya karena faktor kelainan kromosom (pembawa sifat di dalam inti sel yang diturunkan dari ayah dan ibu kepada anaknya). Ini dapat berupa kelainan bentuk atau jumlahnya yang tak sesuai.

2. Sedangkan kelainan yang berasal dari ibu umumnya diakibatkan karena kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, minum obat-obatan yang dapat membahayakan kandungan, atau terkena pengaruh radiasi serta polusi. Bisa juga akibat kondisi rahim yang kurang baik atau akibat pengaruh kadar hormonal yang kurang baik pada si ibu.

3. Blighted ovum: Walaupun dari pemeriksaan ultrasonografi (USG) terlihat tanda-tanda kehamilan di dalam rahim, namun embrio gagal berkembang sebagaimana mestinya.

4. Kehamilan ektopik: Sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim. Yang tersering adalah menempel di Tuba Falopii, sehingga tidak dapat berkembang karena kekurangan nutrisi. Tandanya antara lain nyeri perut dan perdarahan. Perdarahan akibat kehamilan ektopik sangat berbahaya karena bisa mengancam nyawa ibu.

5. Kehamilan mola atau kehamilan anggur: Pada keadaan ini, plasenta tidak terbentuk secara normal. Pada pemeriksaan USG dapat terlihat bukan janin yang berkembang, tetapi jaringan abnormal.

Perhatian lebih patut diberikan pada kejadian keguguran berulang. Keguguran berulang, tandas Kanadi, “Adalah keguguran sebanyak tiga kali atau lebih secara beruntun.” Penyebab terbesar pada keguguran berulang, tambah dokter dari Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UI, adalah terjadinya kelainan pada sistem pembekuan darah atau sistem kekebalan tubuh ibu, dan selanjutnya secara berurutan adalah akibat gangguan hormonal, kelainan bentuk rahim, dan kelainan kromosom.

WHAT NEXT?
Berikut beberapa hal yang patut diperhatikan, bila Anda telah mengalami keguguran.

1. Beristirahatlah
Istrirahat berguna untuk mengurangi kelelahan fisik dan psikologis setelah dilakukan kuret. Kuret adalah pembersihan sisa-sisa jaringan yang ada dalam rahim. Menurut Kanadi, pemulihan fisik sangat bergantung pada usia kehamilan, atau ada tidaknya komplikasi saat tindakan. Umumnya,jika tidak terjadi komplikasi waktu pemulihannya antara satu hingga dua minggu. “Tidak perlu istirahat total di tempat tidur. Istirahat dapat diperpanjang sesuai saran dokter, bila ada gejala infeksi atau pendarahan setelah tindakan kuret. Sebaiknya lakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Diharapkan, peredaran darah akan lancar dan bentuk rahim kembali normal seperti sediakala. Hanya saja, hindari aktivitas yang terlalu banyak membutuhkan tenaga. Namun, bila ibu malas beraktivitas malah dapat memperlama masa pemulihan.

2. Lakukan komunikasi dengan pasangan
Komunikasikan dengan pasangan, apa rencana selanjutnya. Jangan tenggelam dalam kesedihan dan menyalahkan diri sendiri, karena belum tentu penyebabnya berasal dari ibu.

3. Merencanakan untuk hamil kembali
Para ahli memang merekomendasikan untuk menunggu paling tidak satu kali siklus haid sebelum mencoba untuk hamil kembali. Namun, setelah keguguran kesuburan akan segera datang dalam waktu antara dua hingga empat minggu. Hal ini berbeda dengan wanita yang baru melahirkan dan menyusui, di mana terjadi pengeluaran hormon prolaktin (hormon untuk menyusui) yang dapat menghambat kesuburan.

4. Lakukan pemeriksaan ke dokter
Bagi yang merencanakan kehamilan berikut, segera lakukan pemeriksaan ke spesialis kandungan. Terutama, untuk yang telah mengalami keguguran sedikitnya dua kali secara beruntun. Semakin sering terjadi keguguran berulang, maka risiko untuk keguguran pada kehamilan berikutnya cukup tinggi. Umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan bentuk rahim, serta mengevaluasi kondisi hormonal dan sistem kekebalan tubuh Anda.

Yang tak kalah penting adalah melakukan wawancara demi mengetahui bila ada kelainan kromosom dari keluarga kedua belah pihak. Bila Anda baru sekali mengalami keguguran dan terjadi pada trimester pertama, umumnya penyebabnya adalah kelainan kromosom. Apabila diakibatkan karena kelainan jumlah kromosom, maka Anda tak perlu khawatir, karena kemungkinan untuk berulang tidaklah terlalu besar. Hal ini akibat kesalahan pembagian kromosom selama proses pembelahan sel saat pembuahan terjadi. Namun, apabila ditemukan kelainan bentuk kromosom, maka akan sulit untuk dilakukan perbaikan, sehingga keguguran dapat kembali berulang.

5. Memasang alat kontrasepsi
Jika Anda tak ingin cepat-cepat hamil lagi, segera pasang alat kontrasepsi. Bahkan, bila perlu langsung setelah kuret. Alat kontrasepsi dapat langsung dipasang atau diberikan seusai tindakan kuret, tak perlu menunggu hingga masa menstruasi tiba. Alat atau jenis kontrasepsi yang dapat diberikan setelah keguguran adalah Pil KB, KB suntik, susuk atau alat kontrasepsi dalam rahim (spiral).

6. Waspadai demam
Bila setelah kuret, ibu demam menggigil, sakit sekitar perut, kram atau sakit punggung, mengalami pendarahan berlebihan atau terdapat pengeluaran cairan dari vagina yang berbau busuk, segeralah kembali ke dokter. Jangan ditunda. Siapa tahu telah terjadi komplikasi.

FLEK YANG NORMAL

Tetapi tak semua flek itu tanda awal keguguran, ternyata pendarahan sering terjadi pada awal kehamilan dan sebagian dari wanita yang mengalami pendarahan selama trimester pertama kehamilan dapat tetap melanjutkan kehamilan serta melahirkan bayi yang sehat.

Flek darah yang dianggap normal adalah bila terjadi pada trimester pertama, jumlahnya sedikit dan tidak berlangsung lama (kurang dari 1 hari), serta tidak ada gejala lain.

Penyebabnya flek yang normal apa?
1. Melekatnya sel telur yang sudah dibuahi ke dinding rahim. Hal ini normal pada kehamilan. Jumlah darah yang keluar sangat sedikit.
2. Perubahan hormon: Keluar flek yang disebabkan oleh perubahan hormon saat hamil. Biasanya terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan, tetapi pada sebagian wanita dapat menetap sampai akhir kehamilan.

Berbekal semua itu, percayalah kita akan mampu mengatasi “kesedihan” akibat keguguran yang kita alami. Sadarlah bahwa kita harus terus melanjutkan hidup, karena masih banyak “tugas” menanti di depan. Bersiap2 untuk menyambut kehamilan selanjutnya.

ref :
http://en.wikipedia.org/wiki/Miscarriage
http://www.babycenter.com/0_understanding-miscarriage_252.bc
http://www.emedicinehealth.com/miscarriage/article_em.htm
http://www.balita-anda.indoglobal.com/balita_467_Apa_Sih_Keguguran.html
http://www.ayahbunda-online.com/info_ayahbunda/info_detail.asp?id=Kelahiran&info_id=870

November 18, 2008

Televisi membuat otak anak dan bayi tumpul

Filed under: Article, Bayi, Kesehatan — 1shop @ 8:00 pm

tv kids

Hasil Penelitian mengatakan bahwa stasiun TV kerap menawarkan program khusus untuk anak dan bayi. TV mengklaim program tersebut bagus untuk perkembangan anak dan bayi. Nyatanya, sejumlah peneliti dari dokter spesialis anak menyimpulkan TV sama sekali tak ada gunanya bagi bayi.

Bahkan TV menjadi penyebab otak bayi tak berkembang dan tumpul. “Acara khusus televisi dan DVD rancangan khusus bagi bayi yang mengklaim dapat meningkatkan perkembangan otak secara nyata lebih membawa pengaruh buruk bagi perkembangan otak bayi,” demikian pernyataan dokter ahli yang
dimuat dalam majalah kedokteran Jerman, Neu-Isenburg, belum lama ini. Bayi belajar mengalami gangguan dari televisi, kata laporan ilmuwan yang mengacu kepada daya kerja otak yang merupakan penelitian Profesor Manfred Spitzer dari Ulm, Hamburg, Jerman. Menurut Spitzer, bayi tak dapat memproses rangkaian dari tampilan benda maupun suara dari televisi. Spitzer mengatakan dalam satu
penelitian di AS, sekelompok bayi yang memiliki kisaran umur sembilan hingga 12 bulan dibacakan cerita dalam bahasa Cina sementara sekelompok bayi lainnya mendengarkan cerita yang sama dari sebuah televisi. Bayi-bayi dari kelompok pertama dalam waktu dua bulan berselang dapat mengenali suara dalam bahasa Cina namun kelompok dua yang melulu hanya mendengarkan dan melihat tampilan layar di televisi tidak mempelajari apapun. Para peneliti otak mengatakan bahwa letak televisi yang salah dapat berbahaya apabila seorang dewasa membacakan cerita bagi bayinya. Menurut satu penelitian lainnya yang melibatkan 1.000 keluarga yang memiliki bayi dengan kisaran usia delapan hingga 16 bulan yang secara berkala dibacakan cerita, maka anak-anak tersebut mengenali atau mengetahui jumlah kata delapan persen lebih banyak dari rata-rata. Jumlah perbendaharaan kata anak-anak yang banyak melihat acara Baby TV atau DVD yang khusus diperuntukkan bagi bayi adalah 20 persen lebih rendah dari jumlah kata yang dimiliki anak-anak secara rata-rata.

*Video Bayi
*Sebuah penelitian juga dilakukan di AS, tahun lalu, juga mengungkapkan, rekaman yang dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan otak bayi malah justru memperlambat perkembangan kosakata pada bayi, jika semua itu digunakan secara berlebihan. Peneliti dari University of Washington, Frederick Zimmerman, mengungkapkan, video khusus bayi itu justru membuat bayi yang berusia antara
delapan bulan hingga 16 bulan memahami kata-kata lebih sedikit. Bayi yang menonton video dan DVD bayi selama empat jam per hari rata-rata memahami enam sampai delapan kata lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang tidak menontonnya. Bayi yang lebih tua tak terpengaruh atau terbantu oleh video itu, kata para peneliti tersebut dalam Journal of Pediatrics. “Fakta paling penting yang datang dari studi ini ialah tak ada bukti jelas mengenai manfaat yang berasal dan DVD dan video, dan ada petunjuk mengenai keburukannya, ” kata Zimmerman.

Zimmerman dan rekannya melakukan wawancara telepon secara acak dengan lebih dari 1.000 keluarga di Minnesota dan Washington yang memiliki bayi dan mengajukan pertanyaan terperinci mengenai kegiatan menonton video dan televisi. “Hasilnya mengejutkan kami, tapi semuanya masuk akal. Hanya sejumlah jam terbatas saat bayi melek dan sadar,” kata Andrew Meltzoff, ahli psikologi yang ikut dalam studi itu. “Jika bayi belajar mengenal kata lewat DVD dan TV, dan bukan dengan orang yang berbicara dengan cara kebapakan atau keibuan, gaya bicaya melodis yang kita gunakan dengan anak kecil, bayi tak memperoleh pengalaman linguistik yang sama,” kata Meltzoff.

Dua penelitian ini sepakat orangtua adalah guru pertama dan terbaik bagi bayi. Bayi secara insting menyesuaikan cara bicara, pandangan mata, dan tanda sosial guna mendukung ketepatan
bahasa. Menonton TV dan DVD yang menarik perhatian mungkin bukan pengganti yang setara bagi interaksi hangat sosial manusiawi pada usia ini

sumber :
http://www.mail-archive.com/ayahbunda-online@yahoogroups.com/msg14259.html

Sinar Biru Ancam Mata si Buah Hati

Filed under: Article, Bayi, Kesehatan — Tag:, , , — 1shop @ 7:53 pm

KETERBATASAN pengetahuan orangtua terhadap bahaya sinar biru membuat
anak-anak rentan mengalami gangguan mata. Bagaimana tidak, aktivitas
sehari-hari sang buah hati sangat dekat dengan sumber sinar biru, salah
satunya dari layar televisi.

Bukan perkara sulit menemui seorang anak yang tengah menonton tv. Karena
inilah aktivitas yang paling banyak dilakukan anak-anak saat ini. Tidak aneh
bila kalangan pendidik, sudah memberikan peringatan terhadap pengaruh buruk
terlalu banyak menonton tv terhadap perkembangan seorang anak.

Bukan hanya itu, perkembangan kesehatan mata anak pun ikut terancam.
Pancaran sinar dari layar televisi merupakan salah satu sumber sinar biru,
selain pancaran sinar matahari, lampu neon, dan komputer. Sinar yang
memiliki panjang gelombang cahaya 400-500 nm pada spektrum sinar yang masih
dapat diterima mata bisa menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka
fotokimia pada retina mata anak.

“Jika hal ini terus berkelanjutan bisa menyebabkan makula degeneratif yang
terjadi pada anak saat dewasa,” ujar Konsultan Pediatrik Ophtalmologis/
Spesialis Mata Anak Departemen Mata FKUI/ RSCM dr Rita S Sitorus PhD SpM(K).
Dalam jangka waktu pendek, dampak sinar biru dapat mengganggu kerja retina
sehingga menghambat proses pembelajaran melalui mata.

Sinar biru merupakan sinar proses pembelajaran melalui mata yang bersifat
paling merusak dan dapat mencapai retina. Bayi dilahirkan dengan lensa yang
relatif jernih atau bening yang secara bertahap dan alami berubah menjadi
kuning sejalan dengan usia. Risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru
yaitu sekitar 70- 80 persen sinar biru dapat mencapai retina pada usia 0-2
tahun dan 60-70 persen pada usia 2 hingga 10 tahun. Adapun sinar biru yang
mencapai retina pada usia 60 hingga 90 tahun hanya mencapai 20 persen.

Untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya sinar biru harus dilakukan
sedini mungkin, salah satunya dengan asupan lutein. “Lutein dapat membantu
melindungi mata, terutama retina, dari kerusakan dengan cara menyaring sinar
biru dan juga berperan sebagai antioksidan dengan cara menetralisasikan
radikal-radikal bebas,” ungkap Rita S Sitorus.

Menurut dia, bagian luar fotoreseptor di dalam retina adalah bagian yang
cenderung mudah terkena peroksidasi karena tingginya asam lemak.

Bagian luar fotoresptor inilah yang tinggi akan lutein. Lutein berperan
sebagai antioksidan dan memberi perlindungan pada mata. Tubuh tidak dapat
mensintesakan lutein. Karena itu kebutuhan lutein harus disuplai dari luar
tubuh, salah satunya dari makanan seperti sayuran, buah, suplemen, dan
terutama ASI. Namun, bahan makanan yang mengandung lutein biasanya tidak
disukai, dan jarang dikonsumsi bayi dan balita. Hasil penelitian
menunjukkan, hanya sekitar 10 persen anak yang mengonsumsi sayuran dan
buah-buahan setiap hari.

Kecukupan lutein pada makanan dapat membantu menjamin perkembangan mata yang
sehat pada bayi dan anak. Mata merupakan salah satu indra penting bagi
proses belajar.

Konsultan Neurologi pada Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dr Dwi
Putro Widodo SpA(K) Mmed mengatakan, fungsi penglihatan (visual) adalah
salah satu bagian dalam perkembangan kognitif.

Perkembangan visual adalah jendela dalam sistem kecerdasan dan menjadi
petunjuk penting bagi kebutuhan nutrisi otak. “Ada beberapa nutrisi penting
untuk menjaga kesehatan mata, yaitu Vitamin A, AADHA, Taurine, dan Lutein.
Lutein adalah jenis karotenoid alami yang dapat membantu melindungi mata
bayi dan batita yang masih peka dari bahaya sinar biru. Lutein terdapat pada
ASI dan juga sumber makanan lain, seperti sayuran hijau dan buah berwarna
kekuningan,” ujarnya.

Pada 2004, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA-US)
menyetujui ketentuan dari pengakuan umum tentang keselamatan (GRAS) bagi
lutein dari Tagetes erecta I.

Sebagai zat nutrien bagi makanan bayi dan susu formula. Setahun kemudian,
Komite Evaluasi Gabungan untuk Zatzat Tambahan pada Makanan (ZECFA) dari
WHO/CODEX menetapkan bahwa lutein dari bunga marigold aman digunakan sebagai
suplemen nutrien bagi makanan. WHO menetapkan asupan harian yang diperoleh
(Allowable Daily Intake/ADI) sebanyak 2 mg per kg berat tubuh per hari, yang
ribuan kali lebih besar daripada kadar yang terdapat pada susu formula.
(lenny handayani/sindo/mbs)

sumber: okezone

November 13, 2008

Pilih mana ? Minum Rumput Fatimah atau Diinduksi?

Filed under: Article, Kehamilan, Persalinan — 1shop @ 12:55 am

rumput fatimahRUMPUT FATIMAH (Labisa pumila) berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998, dikatakan mengandung bahan fitokimia, yang dapat membantu menimbulkan kontraksi rahim dan akan menambah pendarahan yang terjadi (dikarenakan zat yang terkandung didalamnya menyebabkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah dan stres otot.

Yang jadi masalah, dosis kandungan fitokimianya tidak bisa diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar zat fitokimia yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat2. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur.

Minum jamu ala rendaman akar rumput fatimah ini akan menimbulkan masalah, jika pada proses persalinan itu, dokter juga memberikan obat modern yang merangsang kontraksi usus. Efeknya bisa dobel. Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya bisa berupa rahim robek, perdarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin. Biasanya dokter tidak pernah mengijinkan penggunaan obat-obatan tradisional seperti ini.

Dikutip dari dr. Okky Oktafandhi, SpOG dari RS Internasional Bintaro, menyampaikan bahwa gara2 rumput fatimah ini beliau pernah mendapati rahim pasiennya sangat tipis, sedikit lagi malah mungkin harus diangkat, karena menyebabkan perdarahan terus menerus. Maka dari itu, beliau sangat menyarankan agar pasiennya tidak minum rumput fatimah menjelang persainan mengingat efeknya yang bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.

Begitu juga pendapat dr. L. Pieter, SpOG dari RS IMC Bintaro, mengatakan hal yang sama “masalahnya adalah kita, para dokter tak pernah bisa mengukur dosis yang tepat penggunaan rumput fatimah pada pasien”. Namun disamping statemennya itu beliau juga mengakui kehebatan khasiat ramuan tradisional ini. Dituturkan juga beliau pernah pengalaman menolong pasien yang mengalami pendarahan pasca persalinan luar biasa akibat meminum ramuan rumput fatimah ini.

Untuk mendapatkan rumput fatimah ini tidaklah sulit, biasanya para jemaah haji menyempatkan diri membeli ketika berziarah ke Jabal Uhud karena banyak dijual di sana dan harganyapun lebih murah, satu akar rumput fatimah dijual dengan harga antara 3 sampai 5 riyals tetapi kalau anda membelinya sudah di Mekah maka harganya bisa mencapai 7 sampai 10 riyals lagian rumputnya sedikit dan merupkan stock lama.

Penggunaan rumput fatimah selain sebagai ramuan memperlancar persalinan bisa juga sebagai pelancar haid, hal ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, terlebih bagi masyarakat Dayak Iban di Pulau Kalimantan, perbatasan Indonesia dan Serawak. Masyarakat Dayak Iban biasanya memanfaatkan rumput fatimah ini dengan mengambil akarnya. Kemudian dicuci, dipotong-potong lalu direbus. Air rebusan akar rumput fatimah ini yang kemudian diminum untuk melancarkan kelahiran atau haid. Sehabis melahirkan, para perempuan Dayak Iban ini juga menggunakan daun sembong, yang kelihatan seperti gulma, untuk mandi. Daun sembong tersebut dibuang akarnya, dibersihkan dan kemudian direbus. Rebusan inilah yang digunakan untuk mandi sehingga tubuh terasa sejuk dan segar.

Berikut ini saya kutipkan beberapa pendapat para ibu yang berpengalaman dengan rumput fatimah :

A : Ngomong tentang mitos inget juga tentang rumput fatima, biasanya kalo melahirkan ada juga yg makan seduhan air ini. Pas aku lahiran dulu dr Nsusunya sempet tanya, ibu makan rumput fatima ga? Aku jawab tidak. Syukurlahkata meraka soalnya dr beberapa kasus mereka sering banget menangnagibleeding karena ternyata si pasien minum air rumput fatima ini. Penjelasannilmiahnya aku ga sempet tanya…mungkin dr n sps ada yg bisa kasih alesanlain..
lulu

B : Kalo nggk salah rumput fatima ini merangsang kontraksi, jadi baru boleh diminum bukaan 5 keatas (kalo nggk salah.. nih ya)Kalo sblmnya bisa bahaya soalnya perut kontraksi sdgkan bukaan blm lengkap… gitu ktnya…lho aku jg nggk tau pastinya
Kakak ku jg dulu pnh minum seduhan rumput fatima and minum lagi air aqua yg udah di doa2in deh ..pokoknya semuanya diminum (biasa,,,anjuran orgtua and kel) trus di induksi pula….jadi segala yg merangsang kontraksidikasih (dokter tentu ngk tau) Lahiran bayinya emang lgs jd lancar bgt.Tp…. udahannya 1 jam stlh melahirkan tiba2 kakakku pucat pasi and darah dah penuh di sekitar kasurnya. Lgs deh di transfusi segala. Gaktau sih…krn sblmnya minum seduhan rumput fatima atau itu atau bukan.Mungkin pengaruh jg dah dikasih rumput fatima, di induksi pula
Tp ada juga sih temenku yg minum air seduhan rumput fatima jadi lancar..
Tergantung kondisi kali ya….jaman dulu mgkn fungsi rumput fatima smdgn induksi.
Ratu

C : Sebaiknya jangan, kata dsog menimbulkan kontraksi palsu, alias belum saatnya kontraksi udah kontraksi duluan. Kalo pengen lancar sering2 jalan.saya waktu itu jg dikira minum rumput fatima ama susternya, krn usia kandungan belum genap 38 minggu sudah ke RS mau melahirkan, padahal enggak sama sekali. Sempet dikasih penahan kontraksi ama dokter, tp yg tetep saja emang sudah saatnya keluar kali, ya udah lancaarrr….pokoknya jangan males biarpun kandungan sudah besar, rajin ikut senam hamil & jalan kaki …
dykrst

D : Saya punya rumput fatimah. dan waktu melahirkan dulu, saya minum air rendamannya. dan memang terbukti itu mempercepat proses persalinan. saya mengalami ketuban pecah jam 7 pagi (kembar air kata orang jawa bilang, jadi air ketubannya keluar sedikit2) dan sampai sore masih terus pembukaan 1. Ibu saya dikasih sama tetangga saya rumput fatimah, terus saya minum air rendamannya. eh… jam 8.35 malam lahir deh ayu. barengan saya lahiran juga minum air itu. awalnya bayinya juga susah keluar, tapi setelah minum air itu, cepet lahir tuh. Beberapa teman saya yang juga minum air rumput fatimah itu proses melahirkannya cepat. Tapi, saya dipesan, kalau mau minum itu hanya setelah bukaan 1 atau lebih.
Terus terang selama ini saya juga penasaran, sebenarnya itu cuma mitos, atau memang rumput fatimah tu mengandung suatu zat yang mempercepat proses kelahiran atau bagaimana? Mohon pencerahannya dok. Terima kasih. Amalia Ariendita

E : Rumputr fatima yg pasti bikin mules…
Dokter saya dulu tidak menyatrankan saya minum rumput ini, tapi namanyaorang tua maksa, kita jawab, malah dibilang sok tau, ya udah deh minum aja,itupun bidan sudah berkata dihadapan ibu saya, “terserah ibu kalo mo diminumboleh,.. tapi kalo saya yang melahirkan sih, saya gak akan minum” …akhirnya tak minum, daripada lagi stress, tambah stress dikecutin samaibuku.
setelah bukaan enam baru deh minum itu,… tadinya gak mules2 banget,..setelah itu jadi muleeeees banget,… wah wah gak ketulungan deh… tapi gakberarti jadi cepat bersalinnya, waktu itu saya bukaan 6 jam 5 sore, bukaansempurna jam 10 malam, Wira lahirnya baru jam 5 pagi, karena kepalanya belumturun2.
Jadi, terbukti, gak mempercepat yah…. cuma bikin mules
Pernah juga kejadian sama, tante saya, waktu dia melahirkan, dia dah siapinitu air rendeman rumput fatima di botol Aqua,.. pas mau bersalin jugadibawa, rencananya diminum disana,.. nah suaminya gak ngerti kalo itu airrumput fatima, karena haus, diminum deh itu air,..2 tetangga yg pada nganterjuga dikasih minum dari botol tersebut,… wah suami tanteku beserta 2tetangga, mules2 perutnya,… pas tante minta air rumput fatimanya mana,malah gak ada, si tante marah2 sama si om yg mules2.. hehehe.. jadi lucu’
Jadi mending gak usah aja deh.. nurut saran dokternya aja, kali yah. Tya

Kalau saya sendiri sih, lebih suka yang alami, kalo bisa malah sealami mungkin, tanpa rumput fatimah, tanpa induksi, mending disuruh jalan kaki ampe teler deh, tapi bagaimana dengan Anda ???

Ref:
http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/022/kes5.html
http://www.ayahbunda-online.com/info_ayahbunda/info_detail.asp?id=Kehamilan&info_id=807
http://dedysubandi.multiply.com/journal/item/80

November 11, 2008

Selentingan Seputar Pemberian ASI

Filed under: Article, ASI — 1shop @ 9:41 pm

babyBahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi tentunya kita semua sudah tahu dan memahaminya. Tapi terkadang, lingkungan yang kurang kondusif dapat menyurutkan semangat ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. Lingkungan ini bisa terdiri dari banyak komponen, bisa dukungan keluarga, dukungan infrastruktur peralatan2 breastfeeding, dukungan gizi yang baik untuk ibu, dukungan lingkungan yang nyaman untuk menyusui, dll.

Belum lagi beredarnya selentingan2 negatif dan mitos yang salah mengenai pemberian ASI kepada bayi. Saya sendiri sempat mengalaminya. Rasanya saya sudah cukup yakin bahwa ASI adalah yang terbaik untuk anak saya, tapi begitu menghadapi selentingan2 negatif, kadang hati sayapun menjadi maju mundur tak tentu.

Tapi tentunya dengan informasi yang cukup akurat, kita sebagai ibu yang cerdas harus bisa menjawab semua selentingan2 itu, dan kembali memperkuat keyakinan bahwa kita mampu memberi yang terbaik untuk sang buah hati, hanya ASI tentunya yang terbaik.

Berikut ini 45 Mitos dan Fakta Seputar ASI

mitos (M) fakta (F)

M : Menyusui menyebabkan payudara kendur.
F : Payudara kendur disebabkan oleh bertambahnya usia dan kehamilan.

M : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu.
F : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.

M : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui.
F : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting.

M : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi.
F : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.

M : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi.
F : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.

M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh.
F : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.

M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh.
F : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.

M : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja.
F : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.

M : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi.
F : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.

M : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi.
F : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.

M : Pisang dapat membersihkan usus bayi.
F : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.

M : Susu formula sama baiknya dengan ASI.
F : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.

M : Susu formula membuat bayi lebih sehat.
F : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.

M : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI.
F : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.

M : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi.
F : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.

M : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula.
F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.

M : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi.
F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.

M : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu.
F : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.

M : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar.
F : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.

M : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang.
F : Bayi menangis belum tentu lapar.

M : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI.
F : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.

M : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran.
F : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan.

M : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI.
F : Ketika sakita, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.

M : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya.
F : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.

M : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring.
F : Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.

M : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui.
F : Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.

M : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan.
F : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.

M : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga.
F : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.

M : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi.
F : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.

M : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri.
F : Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.

M : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan.
F : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.

M : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya.
F : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.

M : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir.
F : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.

M : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis.
F : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.

M : Bayi menangis, pasti karena lapar.
F : Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.

M : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain.
F : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar.

M : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih.
F : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.

M : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong.
F : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.

M : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri.
F : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.

M : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya.
F : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

M : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya.
F : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan IMD.

M : Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir.
F : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.

M : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir.
F : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.

M : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar.
F : Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.

M : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI.
F : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.(ING)

Ref : http://www.kompas.com/

November 6, 2008

Nyamannya Bantal Menyusui

Filed under: ASI, Bayi — 1shop @ 8:30 pm

Hunting perlengkapan setelah melahirkan memang jadi acara yang ditunggu-tunggu ibu hamil. Menginjak usia kehamilan 7 bulan, cihui!, saya mulai rajin cari daftar belanja buat ibu hamil. Anak pertama gitu dyeeeh…

Kebetulan saat itu temen SMA juga sedang hamil, dan kebetulan juga jarak kehamilan kami hanya beda dua minggu. Hohoho, mulai deh, bumil hunting bareng. Kalap tepatnya. Tapi dasar ‘budak’ IT, kita cari perlengkapan internet ga hanya di pasar, tapi malah lebih banyak menjelajah dunia maya. Saya mulai nimbun perlengkapan standar kayak baju bayi, popok, celana pop, dll. Hohoho. Aman.

Hingga teman saya itu menemukan BANTAL MENYUSUI (nursing pillow Renata sebagai salah satu perlengkapan yang MUST HAVE. Tertarik? Belom tuh. Hem.. saya lirik harganya yang ratusan ribu. Males deh. Bantal biasa  aja dah cukup. Bayi kecil gitu ga berat-berat amat nggegendongnya.

Seindah gambar ini

Gambar diambil dari sini

Tring.
Si Bayi cantik itu lahir (eh,, sebenernya ga pake “tring” ding, pake mules-mules, n remes-remes tangan ayahnya ber jam-jam sampe keriting tuh)
Mungil, putih, dan menawan.

Dan mulailah hari-hari pertama sebagai ibu.

Apa gerangan yang terjadi?

Uh oh. Jahitan, sodara-sodara.
Tau kan, kalo melahirkan normal, biasanya bagian yang “satu itu” bakal diobras sama bu dokter? Auuuwww, berdiri cemas, duduk tak nyaman. Namanya juga baru pertama kali. Serba ngeri.

Dan gambaran saya tentang menyusui jadi tak seindah dan semudah kemarin.
Saya tidak bisa menyilang kaki untuk menopang tubuh saat menyusui Qia (hwee..ngubah posisi duduk aja harus pelan-pelan, kebayang kalo bret bret bret!)
Kalo saya duduk bersandar, tetap aja rasanya punggung hingga pinggang tidak ada yang menopang. Jadinya pegel. Oya, ngomong-ngomong, si bayi memang mungil dan ringan sih. Pada menit-menit pertama ga terasa apa-apa. Tapi coba deh, setelah 10 menit, 15 menit.. aarggghh…kram!

Hahahaha.
Konyol kalo inget betapa paranoidnya saya dengan jahitan setelah melahirkan.
Dan akhirnya, setelah satu bulan, saya menyerah, dan memesan bantal menyusui.

Ternyata sangat membantu.
Bantalnya bisa menyangga badannya Qia, jadi saya ga ngerasa berat saat menggendongnya, hingga sekarang BB Qia sudah mencapai 8 kilo pun , jika dia menyusui dari bantal itu, saya tidak merasakan beratnya. Qianya juga kayaknya nyaman banget tiduran di bantal itu. Trus, bantal yang melingkar hingga ke pinggang ternyata berfungsi menyangga badan saya. Jadinya ga perlu sandaran pun, punggung dan pinggang ga jadi pegel.

Saya jadi ingat hari-hari pertama setelah Qia lahir.
Andai sejak waktu itu saya memakai bantal menyusui Renata.
Tentu saya ga pusing dengan posisi duduk yang serba salah karena jahitan yang bikin parno.

November 5, 2008

Tips Agar Lancar Dalam Persalinan

Filed under: Article, Persalinan — 1shop @ 10:36 pm

Kehadiran buah hati memang merupakan hari yang dinanti2 oleh semua calon ibu di dunia ini, tapi tak sedikit pula calon2 ibu yang merasa was-was dan khawatir dalam menghadapi masa2 persalinan, bayangan proses yang amat sangat sakit, melelahkan dan kadang membuat trauma pada banyak ibu.

Ketika detik2 menjelang kelahiran anak pertama saya pun demikian, saya merasa sangat khawatir, sanggupkah saya melalui proses pertemuan dengan calon anak saya dengan sukses. Sampai-sampai saya menjadi susah tidur, mencari tahu kesana kemari mencari pengalaman2 melahirkan dari orang lain, kenapa ada orang yang susah proses persalinannya kenapa ada yang mudah. Semua saya baca, saya tanya, saya interogasi.. hehehe..

Berbekal dengan keyakinan yang mantap akhirnya saya pun alhamdulillah wa syukurillah bisa melalui proses persalinan dengan lancar dan alami. Sangat singkat, mulai dengan pembukaan 2 jam 15.00-an, masuk RS pembukaan 4 jam 20.00-an, dan tidak sampai 3 jam kemudian lahirlah anak saya. lahirnya pun tepat 40 minggu sesuai dengan umur kandungan.

Di sini saya ingin berbagi tips dengan Anda semua, bagaimana agar lancar dalam persalinan :

1. Berdoa

Yang paling utama adalah kekuatan doa, jangan lupakan yang satu ini. Mintalah doa restu terutama kepada Ibu yang melahirkan kita, ayah, suami, saudara, teman, semuanya.. Perbanyak istighfar dan doa-doa malam, karena bagaimanapun juga Allah lah yang membuat kehidupan. Dengan demikian tentunya kita jug akan merasakan ketenangan.

2. Meminta maaf kepada suami

Ini adalah tips dari ibu saya. Setiap kali saya menelpon minta doa agar dimudahkan persalinannya, ibu selalu bilang “Jangan lupa meminta maaf kepada suamimu, suamimu harus benar2 ridho sama kamu !!” sepertinya hal yang agak remeh ya, tapi entahlah, itu mungkin berpengaruh terhadap faktor psikologis juga.

3. Kualitas dan kuantitas jalan pagi / exercise

Dokter kandungan saya sudah menyarankan saya untuk mulai latihan jalan pagi dari mulai umur kehamilan 7 bulan. Caranya adalah bertahap, mulai dari 30 menit sehari, meningkat hingga 2 jam sehari sesaat menjelang persalinan. Special tips nya adalah lakukan jalan nonstop selama waktu yang ditentukan, jangan berhenti2 (jangan seperti shopping di mall, kebanyakan berhentinya daripada jalan kakinya, hehe.. 😀 ). Pagi hari sebelum kontraksi datang, saya masih sempat melakukan exercise ini selama 2 jam, eh malamnya sudah lahir. Latihan ini berfungsi untuk melenturkan otot2 yang berguna dalam proses persalinan, memang di akhir kehamilan rasanya berdiri saja sudah lelah, apalagi jalan kaki lama. Perut yang semakin membuncit membuat punggung terasa pegal, dan kakipun lebih berat untuk melangkah. Tapi dengan exercise yang rutin, rasa tak nyaman ini dapat diminimalisasi. Hal in iterbukti sangat bermanfaat dalam proses persalinan, seketika setelah persalinan selesai, saya tidak sedikitpun merasakan kelelahan.

4. Diet gula dan makanan berlemak

Pada usia akhir kehamilan ukuran tubuh janin dapat melesat dengan sangat cepat dibanding bulan2 sebelumnya. Mulai memasuki trimester ketiga, dokter akan memantau lebih intensif tentang perkembangan berat dan ukuran besar bayi. Di saat inilah ibu hamil diharapkan bisa melakukan diet gula dan makanan berlemak, karena gula akan sangat cepat menambah berat badan janin. Semakin besar ukuran janin, akan semakin susah melalui jalan lahir di rahim ibunya.

5. Relaksasi dan sugesti diri sendiri

Saya sempat membeli buku Hypnobirthing yang katanya bisa membuat persalinan tidak terasa sakit, tapi belum selesai saya membaca bukunya, ternyata anak saya sudah lahir, hehehe… Mungkin yang masih punya kesempatan bisa mempelajari teknik ini. Kuncinya ada pada kata relaksasi dan sugesti diri, sebisa mungkin kita harus mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa persalinan itu mudah, tidak sulit, dan tidak sakit, bayangkan hal-hal yang indah yang akan dilakukan bersama sang buah hati nantinya.

6. Senam hamil

Ikutilah latihan senam hamil seacra rutin, latihan ini sebenarnya sangat sederhana, namun sangat bermanfaat. Yang pasti disana akan berkumpul sesama ibu hamil yang rata2 usia kandungannya hampir sama, bisa asling sharing tentang segala macam keluhan kehamilan. Disana kita juga akan diajari latihan pernafasan, bagi saya sangat berguna, karena kita bisa membedakan bagimana menahan dorongan ingin mengejan, dan bagimana caranya mengejan yang benar saat pembukaan sudah sempurna.

7. Ramuan – ramuan alami

Saya pribadi jujur tidak pernah mengkonsumsi ramuan-ramuan tradisional yang dipercaya bisa mempercepat persalinan. Yang konon sering dipakai orang secara turun temurun adalah “rumput fatimah”. Kedahsyatan efek dari ramuan tersebut memang diakui kebenarannya oleh para dokter kandungan, tapi dianjurkan untuk tidak karena dokterpun tak pernah bisa mengukur dosis yang tepat untuk kita. Percaya saja pada mekanisme alami tubuh kita yang akan mengeluarkan janin dari rahim kita secara spontan. Akan lebih baik jika kita memperbanyak konsumsi makanan bergizi, agar punya tenaga saat mengejan nanti 🙂

8. Lebih intensif berhubungan seks dengan suami

Ini adalah resep yang sangat manjur dan dibenarkan oleh ilmu medis. Mengapa? Karena dalam sperma laki-laki terdapat hormon prostaglandin yang dapat memicu terjadinya kontraksi rahim secara alami. Tapi terkadang memang susah, suami merasa tak tega dengan kehamilan istrinya, dan sang istripun kurang mood karena kehamilannya yang sudah semakin besar. Diperlukan kerjasama yang bagus antara suami istri dalam hal ini… Kalau saya sendiri rela deh, daripada harus menelan sakitnya induksi buatan 😀

Ok, demikian tips dari saya, semoga sukses persalinannya…

Older Posts »

Blog di WordPress.com.